Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung menilai rencana kenaikan suku bunga the Fed tidak akan mengejutkan Indonesia.
“Pasar sudah menyesuaikan dengan rencana itu, jadi bukan kejutan lagi,” kata Juda, dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (14/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pertengahan November 2016 lalu memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) di level 4,75 persen, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4 persen dan Lending Facility tetap sebesar 5,5 persen.
Di tengah ketidakpastian perekonomian global yang meningkat pasca-Pemilu AS, perekonomian AS menunjukkan perbaikan sebagaimana tercermin dari PDB yang membaik, tingkat pengangguran yang stabil dan inflasi yang cenderung meningkat.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, peluang kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada bulan Desember 2016 pun semakin menguat. (gen)