Direktur Operasional Express Group Benny Setiawan mengatakan, pilot program tersebut terkait integrasi ride sharing dan program pembiayaan kendaraan di Jakarta. Dengan begitu, mitra pengemudi taksi Express nantinya dapat menggunakan aplikasi Uber untuk menerima pemesanan perjalanan UberX.
"Sebagai salah satu perusahaan taksi terbesar di Indonesia, kami terus mengeksplor cara-cara baru untuk menciptakan nilai bagi para stakeholder (pemegang kepentingan) kami. Melalui kolaborasi bersama Uber, kami harap, pengemudi kami mendapat manfaat dari teknologi ride sharing yang memberikan fleksibilitas dan peluang ekonomi yang lebih," ujarnya, Senin (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inisiatif ini akan menjadi salah satu dari berbagai penawaran yang tersedia dalam program vehicle solution uber," jelas Benny.
Menurut analis Recapital Securities Kiswoyo Adi Joe, pelaku pasar mengharapkan kinerja yang membaik dari adanya kolaborasi tersebut. Meski belum tentu dapat mendongkrak kinerja perusahaan tahun depan, tetapi setidaknya ada harapan untuk perbaikan kinerja emiten taksi yang telah melemah belakangan ini.
"Kan taksi Express ini supirnya pada keluar ya. Nah, diharapkan dengan kolaborasi ini supir jadi balik lagi, tapi belum tentu membaik kinerjanya masih lihat dulu," ungkap Kiswoyo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (19/12).
Selain itu, Uber sendiri memiliki produk yang lebih murah bernama Uberpool yang lebih menarik bagi masyarakat karena harganya yang lebih murah. Sehingga, ia belum dapat memprediksi apakah kolaborasi ini bakal membuat fundamental perusahaan taksi membaik.
"Nanti bakal tercerminnya kan baru tiga atau enam bulan lagi, bisnis online ini susah diprediksi," paparnya.
Sekadar informasi, Express tercatat menderita rugi sebesar Rp81,8 miliar. Perolehan tersebut berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu yang mampu meraih laba bersih sebesar Rp11,07 miliar. Kondisi ini dipicu oleh penurunan pendapatan 28,95 persen menjadi Rp512,57 miliar dari sebelumnya Rp721,4 miliar. (bir)