Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, paket kebijakan kali ini akan menyelaraskan sistem penyampaian data dan informasi secara tunggal (Indonesia National Single Window/INSW), proses bongkar muat barang atau dwelling time, dan kelogistikan.
"Ketiganya saling berhubungan tapi saya rasa masih ada yang kurang sehingga waktu (penyelesaian pembahasan paket) bisa sampai awal Januari," ungkap Darmin di kantornya, Rabu (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dilakukan setelah pemerintah menyusuri beberapa kendala yang masih menjegal sektor logistik, seperti kelembagaan pengurus logistik dan tarif logistik.
Sedangkan dari sisi tarif logistik, masih terbatasnya infrastruktur di beberapa daerah membuat tarif logistik masih tinggi. Selain itu, kecepatan logistik, dalam hal ini dwelling time, masih dirasa perlu dipercepat lagi.
"Untuk tarif kelembagaan, sudah jelas nanti Menteri Keuangan dan Kementerian/Lembaga (K/L) lain akan terlibat urus kebijakan, ada yang urus teknis itu," jelas Darmin.
Darmin berharap, pembahasan paket kebijakan ekonomi jilid ke-15 dapat segera dirampungkan agar perbaikan tata niaga dan kelogistikan yang berujung pada perbaikan sistem INSW dapat maksimal di tahun depan.
Sebelumnya, pemerintah telah merilis 14 paket kebijakan ekonomi. Dua terbaru yang dirlis Kemenko Perekonomian, yakni paket ke-13 mengenai penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan paket ke-14 mengenai perdagangan elektronik atau e-commerce. (gen)