"Pertumbuhan industri masih ditopang oleh industri mamin sebesar 33,61 persen," ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di kantornya, Kamis (22/12).
Besarnya kontribusi industri mamin, disebut Airlangga, karena konsumsi masyarakat yang tinggi terutama saat Hari Raya Idul Fitri dan perayaan Hari Natal hingga pergantian tahun nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara jenis industri lain, yakni perdagangan besar dan eceran, mobil dan sepeda motor mengambil porsi sebesar 12,97 persen. Diikuti pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,42 persen serta konstruksi 10,47 persen.
Kemudian, informasi dan komunikasi 3,57 persen, jasa pendidikan 3,23 persen, penyediaan akomodasi 2,83 persen, real estat 2,74 persen, industri batubara dan pengilangan migas 2,08 persen.
Jasa perusahaan 1,66 persen, pengadaan listrik dan gas 1,17 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 1,04 persen, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang 0,07 persen, dan jasa lainnya 1,69 persen,
Sementara untuk tahun depan, Airlangga memproyeksi, industri mamin masih akan menjadi motor penggerak kinerja sektor industri meski ia meramalkan, pertumbuhanya sedikit melambat.
"Tahun depan, masih ditopang oleh industri mamin meski sedikit turun. Tapi dengan ekonomi yang stabil akan dapat menciptakan iklim investasi yang baik dan meningkatkan daya saing di sektor industri," ujar Airlangga.
Kemenperin memproyeksi, industri mamin yang tumbuh dikisaran 8,2 persen sampai 8,5 persen hingga akhir tahun ini, akan merosot ke kisaran 7,5 persen sampai 7,8 persen di tahun depan.
Airlangga mengungkapkan, meski tahun depan konsumsi masyarakat diprediksi masih besar dan membuat industri mamin menjadi penyumbang terbesar pada PDB, namun kementeriannya ingin memberikan angka proyeksi yang realistis terlebih dahulu.
"Tentu kita akan lihat perkembangan industri mamin, karena dari segi industri kita ingin lebih tinggi sebetulnya. Tapi kalau dilihat dari segi perusahaan (pelaku usaha) kita perlu meninmbang. Makanya kita pasang angka yang realistis," jelas Airlangga.