Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo menyatakan, perusahaan melihat proyek infrastruktur dan gedung masih akan menjadi pendorong terbesar bagi pendapatan perusahaan.
Ia mengungkapkan, pihaknya berharap penjualan perusahaan dapat mencapai Rp25,74 triliun pada tahun depan atau naik dibandingkan dengan target penjualan akhir tahun ini sebesar Rp17,29 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bintang menuturkan, optimisme perusahaan pada tahun depan tak lepas dari raihan kontrak tahun ini yang telah melebihi target menjadi Rp82,3 triliun dari target sebesar Rp81,5 triliun.
Sementara itu, perusahaan akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp12,01 triliun. Menurut Bintang, belanja modal tersebut terdiri dari aset tetap Rp871,15 miliar, penyertaan pada entitas anak Rp1,19 triliun, penyertaan pada entitas asosiasi Rp2,28 triliun, pengembangan usaha Rp2,36 triliun, pengembangan usaha di luar PMN yang terdiri dari paket 1 sebesar Rp1,46 triliun dan paket 2 sebesar Rp3,9 triliun.
Wijaya Karya juga telah memantapkan niatnya untuk membawa anak usahanya PT Wika Realty dan PT Wika Gedung untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun depan.
"Ada yang semester I dan II, ya bisa Wika Realty bisa Wika Gedung yang IPO pada semester I," jelas Bintang.
Keduanya akan melepas saham ke publik sekitar 30 persen hingga 35 persen. Menurut Bintang, hasil dana IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha masing-masing perusahaan. Namun, untuk Wika Realty sendiri dipastikan untuk menambah land bank tahun depan.
"Untuk perluasan land bank kan lebih bagus dananya dari IPO, kalau pakai kredit bank kurang pas karena kan jangka pendek, enggak pas, harus jangka panjang," pungkasnya.