Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Beton Puji Haryadi mengatakan, perusahaan patungan tersebut bernama PT Wijaya Karya Pracetak Gedung. Ia menambahkan, para pendiri perusahaan patungan ini merupakan anak perusahaan dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yang merupakan pemegang saham mayoritas.
“Namun demikian transaksi ini bukan merupakan transaksi yang memiliki benturan kepentingan baik dari sisi direksi dan dewan komisaris perseroan, serta hanya berupa transaksi yang merupakan penunjang kegiatan usaha utama perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi kinerja, Wijaya Karya Beton telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp3 triliun per kuartal III 2016 dari Rp4,3 triliun, atau setara 69,76 persen dari target perseroan tahun 2016 yang mencapai Rp4,3 triliun. Kebanyakan kontrak baru itu untuk proyek infrastuktur.
Sekitar 40 persen kontrak yang sedang diincar berasal dari proyek power plant. Sisanya ada dari infrastruktur lain ada industri, properti.
Sementara itu, Wijaya Karya Beton hingga September 2016 baru menggunakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp150 miliar dari anggaran dana capex tahun 2016 sebesar Rp425 miliar. Artinya perseroan baru menggunakan capex sebesar 35,29 persen dari total capex.