Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng menjelaskan, hal tersebut masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017 yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jumat (23/12).
"Disepakati semua rencana kerja yang menantang karena akan lebih baik dari tahun ini, dalam RKAP laba bersih tumbuh hampir enam persen," ungkap Tanri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tanri, kinerja sepanjang 2016 ini dinilainya sudah bagus. Tetapi dalam RUPS, pemegang saham memberikan sejumlah target baru bagi manajemen agar Pertamina bisa lebih baik lagi tahun depan.
"Dan hal ini tidak gampang, oleh sebab itu, ini tantangan," imbuh dia.
Meski menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, tetapi RUPS Pertamina justru sepakat menurunkan alokasi belanja modal sebesar 3 persen dalam RKAP 2017 menjadi hanya US$6,7 miliar dari alokasi belanja modal 2016 sebesar US$6,9 miliar.
"Dari hulu kami ingin lebih agresif mencari ladang untuk bisa menambah cadangan kami, baik di dalam maupun di luar negeri. Khususnya di luar negeri," ungkap Tanri.
Seperti diketahui, Pertamina membukukan laba sebesar US$2,83 miliar hingga kuartal III tahun ini. Perolehan itu dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan laba sepanjang 2015 sebesar US$1,42 miliar.
Sementara, pendapatan Pertamina pada kuartal III baru mencapai 61,74 persen atau sebesar US$26,62 miliar dari realisasi pendapatan tahun 2015 sebesar US$41,76 miliar. (gen)