Saat ini kapasitas terpasang PLTP yang dikelola PGE mencapai 532 Megawatt (MW) dan akan menjadi 1.037 MW sampai 2021 mendatang.
Syamsu Alam, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), mengatakan anak usahanya tersebut akan terus mengembangkan seluruh wilayah kerja panas bumi yang dimiliki, baik yang masih tahap eksplorasi maupun yang sudah menjadi proyek penghasil listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2017, Pertamina menargetkan dua PLTP akan bisa beroperasi komersial (commercial operation date/CoD), yakni PLTP Ulubelu Unit 4 berkapasitas 55 MW dan PLTP Karaha Unit 1 berkapasitas 30 MW. Dengan tambahan 85 MW, kapasitas terpasang PLTP Pertamina pada akhir 2017 akan menjadi 617 MW
Selain itu terdapat empat wilayah kerja pertambangan panas bumi yang masih dalam tahap eksplorasi, yakni Seulawah, Bukit Daun, Margabayur dan Lawu.
“Kami percepat pengoperasian PLTP Lahendong Unit 6 dari seharusnya pada 2017,” ujar dia.
PGE sebelumnya pada Juli 2016 telah mengoperasikan PLTP Ulubelu Unit 3 berkapasitas 55 MW. Total kapasitas pembangkit panas bumi Pertamina saat ini berasal dari PLTP Kamojang 235 MW, Lahendong 100 MW, Ulubelu 165 MW dan Sibayak 12 MW.
Menurut Irfan, secara umum PGE bisa mencapai target-target yang ingin dicapai sepanjang 2016. Bahkan, ada sejumlah proyek, seperti PLTP Lahendong Unit 6 yang lebih cepat dari target.
”Namun akibat longsor yang terjadi di Lumut Balai, Sulawesi Selatan dan Hululais, Bengkulu, CoD (commercial operation date)-nya agak sedikit mundur,” ungkapnya.