Komitmen tersebut sekaligus meramaikan aksi penyuntikan modal yang tahun ini telah dilakukan oleh beberapa bank lokal lainnya. Sebut saja Bank of India (BoI) yang baru saja mendapat suntikan modal Rp500 miliar, serta China Construction Bank (CCB) yang masih memproses merger antara Bank Windu dan Bank Antardaerah (Bank Anda).
"Sebagian tahun ini sudah dilakukan, seperti Bank of India, CCB. Lalu ada rencana J Trust menambah modal, dan Permata ada rencana tambahan," ujar Irwan, dikutip Selasa (27/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modal tambahan itu dinilai mampu mampu membantu bank menjaga tingkat permodalan sesuai dengan persyaratan Basel 3, serta untuk menunjang pertumbuhan.
Di samping itu, Irwan juga menyebut kucuran dana senilai Rp300 miliar akan siap digelontorkan investor untuk Bank J Trust pada penghujung tahun ini.
Irwan mengatakan rencana investor asing membeli bank lokal masih bakal mendominasi tren konsolidasi tahun depan.
Jelang penutup tahun ini, baru Bank Shinhan Indonesia dan Bank Centratama juga sudah mengantongi restu merger dari OJK.
Aksi ini disambut baik oleh otoritas. Irwan menyebut OJK juga akan mendorong bank yang saat ini masih bermodal inti kecil untuk naik kelas menuju Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III dan IV. Dengan permodalan yang semakin kuat diharapkan perbankan domestik bisa bersaing dalam era keterbukaan bank (Asian Bank Integration Framework/ABIF) pada 2020 mendatang.
"Sekarang bank kalau masih BUKU II kita dorong ke BUKU III. Agar permodalannya semakin kuat," ujar Irwan.