Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, dengan aktivitas ini, BEI berharap bisa meningkatkan transaksi harian sebesar 25 persen di tahun 2017. Pembentukan anak usaha ini merupakan hasil kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Tito mengungkapkan, nantinya pendanaan yang dikucurkan oleh Pendanaan Efek Indonesia bisa dinikmati oleh perusahaan sekuritas yang terdaftar sebagai anggota bursa yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di atas Rp250 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pembentukan perusahaan ini sejalan dengan langkah BEI untuk melakukan relaksasi transaksi margin. BEI berencana memperluas objek transaksi margin menjadi 200 saham dari sebelumnya 45 saham anggota indeks LQ45. Perluasan tersebut menuntut perusahaan sekuritas untuk memiliki pendanaan yang kuat.
Ditargetkan, sebanyak 40 perusahaan sekuritas dengan MKBD di atas Rp250 miliar bisa menerima fasilitas pendanaan di tahun depan agar transaksi margin bisa meningkat. Saat ini, kata Tito, transaksi margin baru mengambil lima persen dari total transaksi harian.
Meski transaksi margin dilonggarkan, namun pengawasan otoritas terhadap broker akan diperketat. Terlebih terhadap saham yang bisa menjadi objek transaksi margin berada di luar LQ 45, yang notabene memiliki likuiditas dan nilai kapitalisasi pasar tertinggi di bursa efek.
Lihat juga:Bos BEI Ramal Saham BUMI Bakal Masuk LQ45 |
Sebagai informasi, BEI menargetkan rata-rata transaksi harian sebesar Rp8 triliun atau meningkat dibanding nilai transaksi harian di tahun 2016. Angka ini meningkat 21,2 persen dibanding Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2016 yang sebesar Rp6,6 triliun. (bir)