“Kinerja perusahaan tahun ini telah berjalan dengan baik dan meningkat pesat dibandingkan dengan kinerja tahun lalu,” kata Diding dalam keterangan resmi, Rabu (28/12).
Tercatat, hingga 22 Desember 2016, BUMN yang bergerak di bidang usaha penjaminan kredit/pembiayaan bank dan non bank ini telah merealisasikan penjaminan kredit hingga Rp 113,91 triliun atau sudah mencapai 99,05 persen dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 115 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bercermin dari kinerja yang baik di tahun ini, Diding pun berani menyodorkan target tinggi kepada pemilik modal yakni Kementerian BUMN. Tahun depan Jamkrindo menargetkan penjaminan kredit naik menjadi Rp 145 triliun. Sedangkan untuk target volume penjaminan konsolidasian tahun 2017 ditetapkan sebesar Rp 156 triliun.
"Porsi kredit di luar kredit usaha rakyat (KUR) masih akan menjadi kontributor utama terhadap penjaminan kredit tahun depan yakni untuk penjaminan kredit Non KUR masing-masing sebesar Rp. 96 triliun dan penjaminan Kredit KUR sebesar Rp. 50 triliun," ujarnya.
"Bisnis ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Ini untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional sesuai nawacita Pemerintah. Hal lainnya adalah menambah mobil unit pelayanan penjaminan di seluruh unit kerja Perum Jamkrindo," pungkasnya. (bir/gen)