Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono, manajemen sempat melakukan uji coba pada 18-23 Desember 2016 lalu. Tapi, terkendala cuaca yang buruk. Sehingga, AirNav tidak dapat mengoptimalkan uji coba tersebut.
"Hasil uji coba kemarin ada kendala-kendala cuaca. Jadi, saya ajukan untuk uji coba ulang,” ujarnya, Kamis (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di wilayah itu memang sudah dinyatakan untuk latihan militer. Nah, saat militer libur pesawat sipil dimungkinkan untuk lewat wilayah itu, itu konsep kami. Jadi, bukan memindahkan atau menggusur wilayah militer," ungkap Wisnu.
"Nanti pun kalau militer menggunakan pada malam hari, jalur kami tutup. Jadi, tergantung kepentingan kedua belah pihak," imbuhnya.
Uji coba ulang jalur tersebut, lanjut Wisnu, ditargetkan dapat dilakukan awal tahun depan, tepatnya sekitar Januari atau Februari 2017. Namun, AirNav masih menunggu hasil evaluasi yang tengah dilakukan oleh Kemenhub dan TNI AU.
Meski diperlukan uji coba ulang, Wisnu menilai, jalur selatan jawa perlu segera dibuka untuk penerbangan sipil paling tidak dua hingga tiga bulan mendatang. Hal ini sebagai bentuk realisasi dari instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak pertengahan tahun ini.
"Secepatnya, harusnya dua hingga tiga bulan sudah ada keputusan, ini untuk mengurangi di jalur utara," jelas Wisnu.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan jalur selatan Jawa dapat digunakan oleh penerbangan sipil pada Oktober lalu. Sayang, rencana tersebut belum terealisasi juga bahkan hingga akhir tahun ini. Manajemen perlu memastikan kepentingan utama, yaitu keselamatan penumpang bersama Kemenhub dan TNI AU.
Jika jalur selatan Jawa beroperasi bagi penerbangan sipil, pelayanan penerbangan dilakukan dalam peraturan penerbangan sipil. “Kalau negara dalam kondisi darurat, kan membutuhkan kegiatan militer maka menggunakan kaidah penerbangan militer," ucapnya. (bir)