Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Rinaldy mengatakan realisasi inflasi 11 bulan pertama 2016 sebesar 2,59 persen, membuat kenaikan indeks harga konsumen (CPI) Desember harus sebesar 0,69 persen secara bulanan untuk mencapai prediksi setahun tadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami memprediksi komponen makanan mentah dalam CPI akan berkontribusi rendah pada inflasi berdasarkan pengamatan pada 26 Desember 2016,” katanya.
“Meskipun ada tekanan untuk naik, flat-nya harga premium dan solar sejak April 2016 akan bertahan lebih lama karena pemerintah memutuskan demikian setidaknya hingga kuartal I 2017,” imbuhnya.
Kondisi itu, lanjutnya, dapat menghindari penumpukan tekanan inflasi karena penyesuaian tarif listrik akan dimulai pada Januari 2017. Ketika kebijakan pengendalian inflasi positif dalam jangka pendek, keberlanjutannya pada 2017 akan terlihat pada prospek stok minyak yang semakin tipis.
“Kami mengantisipasi inflasi akan berbalik menguat (rebound) ke 4,2 persen pada 2017 karena penyesuaian harga barang yang diatur pemerintah (administered price), terutama tarif listrik,” ungkapnya.
Hal itu, lanjut Leo, ditambah oleh risiko kenaikan harga minyak, yang dinilai tidak menyisakan ruang untuk penurunan suku bunga acuan dari posisi saat ini 4,75 persen. Ia menilai suku bunga akan tetap sepanjang 2017. (gir)