Dikutip dari situs resmi DJA Kemenkeu, Rabu (1/4), tercapainya target PNBP dalam APBNP Tahun 2016 tersebut berkat sinergi antar seluruh pihak terkait (stakeholders) di bidang PNBP. Terutama di bidang mineral dan batubara (minerba), minyak dan gas bumi (migas), Badan Layanan Umum (BLU), dan Barang Milik Negara (BMN).
Kendati secara total melampaui target, penerimaan PNBP Sumber Daya Alam (SDA) Migas dan Non Migas masih belum sesuai harapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, penerimaan SDA Non Migas mencapai Rp20,57 triliun atau 94,22% dari APBNP 2016 sebesar Rp21,84 triliun. Tidak tercapainya target SDA Non Migas utamanya disebabkan oleh penurunan produksi batubara dari target dalam APBNP.
Melesetnya realisasi PNBP SDA Migas dan Non Migas dikompensasi oleh penerimaan laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PNBP lainnya, dan pendapatan BLU melampaui target.
Tercatat, penerimaan laba perusahaan pelat merah mencapai Rp37,13 triliun atau sebesar 108,69 persen dari APBNP 2016 sebesar Rp34,16 triliun. Kemudian, realisasi PNBP lainnya mencapai Rp117,31 atau 139,45 persen dari APBNP Tahun 2016 yaitu sebesar Rp84,12 triliun. Terakhir, realisasi Pendapatan BLU mencapai Rp42,44 triliun atau 117,01 persen dari APBNP Tahun 2016 yaitu sebesar Rp36,27 triliun.
Ke depan, diharapkan kontribusi PNBP terhadap APBN bisa terus ditingkatkan. Pemetaan potensi PNBP, utamanya dari sektor Minerba, pelayanan K/L dan pemanfaatan BMN, penerapan sumber basis data tunggal (Single Source Database) PNBP serta sinergi yang semakin baik dengan stakeholder akan dapat membantu mewujudkan tugas tersebut. (gen)