Imam Fathorrahman, Direktur Utama Kimia Farma Apotek menjelaskan, perusahaan akan mengeluarkan dana investasi sebesar Rp200 miliar untuk membangun 100 apotek tersebut. Dengan penambahan tersebut, perusahaan bakal memiliki 1.000 apotek di seluruh Indonesia.
"Kami prioritaskan bangun di tempat yang memang market-nya memungkinkan, rata-rata di Jawa dan Indonesia Timur, karena itu yang trennya lagi bagus," ungkap Imam, Rabu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk e-commerce ini hanya khusus di Jakarta saja dan sekitarnya, kalau Go-Mart pelanggan bisa menggunakan hp," ungkap Imam.
Menurut Direktur Pengembangan Usaha Kimia Farma Pujianto, dana yang digunakan Kimia Farma Apotek dalam mengembangkan jumlah apoteknya berasal dari pinjaman perbankan, sehingga induk usaha tak lagi menyuntikkan dana ke Kimia Farma Apotek. Hal ini juga berlaku dalam pengembangan perusahaan dalam penjualannya secara daring.
“Kami sudah tidak suntik lagi, ini pakai dana mereka sendiri, biasanya dari perbankan," kata Pujianto.
Sementara itu, anak usaha ini memiliki kontribusi sekitar 40 persen dari seluruh omzet yang dimiliki Kimia Farma. Namun, untuk e-commerce ini diharapkan dapat menyumbang setidaknya tambahan 10 persen untuk omzet pada tahun pertama.
"Untuk pertumbuhan laba tahun ini mudah-mudahan Kimia Farma Apotek bisa double digit," pungkas Imam. (gen)