Pasalnya, rekomendasi itu hanya itu jangka pendek sementara, investor lebih melihat ke jangka panjang. Hal tersebut berbeda dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menilai riset JP Morgan bisa memberikan sentimen negatif bagi investor.
"Saya mau tekankan lagi kalau kita baca lebih detail dalam risetnya JP morgan, mereka hanya men-downgrade prospek kita jangka pendek. Mereka juga menegaskan bahwa secara struktural atau jangka panjang rekomendasi mereka masih sangat positif," tutur Thomas, Rabu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komitmen Indonesia untuk memperbaiki dan menjaga fundamental ekonomi tersebut telah dilihat oleh berbagai lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Lembaga Pemeringkat Fitch.
Lebih lanjut, sebagai mantan investment banker, Tom menghargai penilaian riset dari lembaga asing, termasuk JP Morgan. Baginya, setiap lembaga menjual independensi terhadap investor. Karenanya, ia enggan berkomentar lebih lanjut mengenai keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendepak JP Morgan dari daftar bank persepsi.
"Jadi memang kita juga harus menghargai independensi daripada departemen riset di masing-masing investment bank itu," ujarnya.
Sebagai informasi, per 1 Januari 2017, JP Morgan telah dikeluarkan dari daftar bank persepsi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal itu disebabkan oleh hasil riset JP Morgan pada 13 November lalu yang dianggap mempengaruhi stabilitas ekonomi domestik. (gen)