Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, efisiensi yang dilakukan perusahaan dilakukan secara keseluruhan, mulai dari hal-hal kecil hingga hal besar. Misalnya, perusahaan kini lebih memanfaatkan teknologi media telekonfrensi melakukan rapat dengan klien, sehingga tidak menghabiskan biaya untuk melakukan rapat di luar.
"Banyak efisiensi dari atas sampe bawah. Misal, penggunaan listrik jangan sampai terputus biar stabil. Lalu, hal-hal kecil kayak kalau ruangan sudah selesai digunakan, listrik dimatikan, kami optimalkan efisiensi," ujarnya, Kamis (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhir tahun lalu, perusahaan mampu membukukan penjualan semen sebanyak 29 juta ton. Dengan harga semen Rp800.000-Rp820.000 per ton, total pendapatan perusahaan dari penjualan tersebut mencapai Rp23,78 triliun.
Untuk menopang ekspansi bisnis, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp6 triliun tahun ini. Agung mengakui, target ini tak jauh berbeda dengan belanja modal tahun lalu.
Adapun, perusahaan berencana mencari pendanaan untuk memenuhi 60 persen hingga 70 persen kebutuhan belanja modal dari eksternal. Menurutnya, sudah ada beberapa bank yang menawarkan diri untuk meminjamkan dana kepada perusahaan BUMN tersebut.
"Banyak yang menyodorkan kepada kami, tapi nanti ya belum diputuskan. Nanti, 40 persennya dari internal," ungkap Agung.
Dana tersebut, sambung Agung, akan digunakan untuk penyelesaian pabrik di Indarung dan Rembang. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk pembangunan pabrik di Aceh dan Kupang.
"Tapi Aceh kan multiyears, jadi tidak dihabiskan semua. Lalu, kami juga butuh untuk di teknologi informasi dan pemeliharaan,” imbuhnya.
Ditengah situasi industri saat ini yang masih kelebihan pasokan (over supply), Semen Indonesia menargetkan mempertahankan pangsa pasar sebesar 42 persen. Agung tak ingin bermimpi lebih untuk menguasai lebih banyak pangsa pasar di Indonesia dengan situasi seperti ini.
"Kami pertahankan saja sudah bagus. Kami nggak mungkin merebut pangsa pasar perusahaan asing yang lain, karena mereka juga bakal bertahan abis-abisan,” terang dia.
Sekadar informasi, Semen Indonesia tengah menjajaki melakukan akuisisi salah satu perusahaan luar negeri. Rencananya akuisisi tersebut akan dilakukan tahun ini. Sayang, Agung masih bungkam untuk menceritakan hal itu lebih detil lagi.
"Ada beberapa perusahaan, tapi belum bisa disampaikan, rencananya ke luar negeri,” pungkasnya. (bir)