Analis Panin Sekuritas Frederik Rasali menuturkan, laba bersih dari PT Handala Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tetap akan tumbuh meski industri rokok tengah dihadapkan pada dua tantangan itu. Seperti diketahui, kedua emiten tersebut terbilang cukup kuat dari sisi permodalan dan menggengam kapitalisasi pasar terbesar untuk emiten rokok.
"Aturan ini mungkin berpengaruh kepada PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) dan perusahaan rokok yang tidak tercatat yang akan terbebani dan saling berebut pangsa pasar,” ucap Frederik kepada CNNIndonesia.com, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekerja linting rokok Sampoerna diyakini masih tetap bisa tersenyum meski PPN dan Cukai rokok naik. (Dok. Sampoerna) |
Hal yang berbeda terjadi pada Sampoerna dan Gudang Garam yang berhasil membukukan kinerja yang cemerlang pada periode yang sama tahun lalu. Sampoerna berhasil meraup laba bersih Rp9,08 triliun, tumbuh 19,54 persen dari periode yang sama di 2015 sebesar Rp7,59 triliun. Kemudian, laba bersih Gudang Garam tumbuh naik 12,03 persen menjadi Rp4,6 triliun dari sebelumnya Rp4,1 triliun.
Frederik memprediksi produsen rokok akan menaikan harga rokoknya berkisar 12 persen hingga 18 persen dari harga semula. Dengan kenaikan harga tersebut, volume penjualan rokok secara nasional diprediksi turun dengan kisaran yang sama. Hanya saja, Frederik menekankan, penurunan penjualan hingga 18 persen ini tak akan menimpa Sampoerna dan Gudang Garam.
Sifat masyarakat Indonesia yang sudah cukup ketergantungan dengan rokok dinilai Frederik dapat menjadi penopang kinerja perusahaan rokok di Indonesia. Sehingga, sebagian konsumen rokok dapat dikatakan tidak terlalu sensitif dengan kenaikan harga rokok nantinya. Terlebih lagi, sebagian konsumen cukup loyal terhadap merek tertentu.
Pabrikan rokok disarankan menaikkan harga jual secara bertahap untuk meredam efek kejut para konsumennya. (REUTERS/David W Cerny) |
"Kalau konsumsi masyarakat kemungkinan besar tidak terlalu terjadi perubahan,” jelasnya.
Sepakat dengan Frederik, Analis Mirae Aset Sekuritas Indonesia Dang Maulida memprediksi Gudang Garam masih dapat bertumbuh dari sisi pendapatan sebesar 12,7 persen dan laba bersih sebesar 8,9 persen. Sementara, untuk pendapatan Sampoerna diramalkan mencapai 11 persen dan laba bersih sebesar 12 persen.
"Laba bersih Sampoerna bisa lebih tinggi dari pendapatannya karena dia untuk saat ini tidak punya utang,” ucap Dang.
Secara teknis, lanjut Dang, produsen hanya akan menaikan harga rokok sekitar 4,5 persen. Hal ini disebabkan tingkat kenaikan PPN tak begitu tinggi dari sebelumnya. Untuk tetap menjaga pasar, produsen rokok dapat menaikan harga rokoknya secara bertahap, sehingga pasar tak begitu kaget dan beralih ke merek rokok lainnya.
"Tergantung dari produsennya, pokoknya mereka mungkin bisa memilih mau mempertahankan pangsa pasar atau profitabilitasnya,” pungkas Dang.
Ia pun mengilustrasikan harga rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan 1 dengan aturan pemerintah saat ini. Bila dalam satu pack rokok dengan isi 12 batang rokok diberi harga pabrik sebesar Rp14.250, kemudian harga distribusi naik menjadi Rp15 ribu. Artinya, harga satu batang rokok Rp1.250.
"Dari satu batang rokok, biasanya ada tiga yang dipungut itu CHT saya contohkan Rp530, kemudian pajak rokok Rp53, dan PPN Rp108. Jadi total yang masuk ke pemerintah Rp691. Sisanya ke produsen,” jelas Dang.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menaikkan PPN menjadi 9,1 persen pada Januari 2017 ini dari sebelumnya 8,7 persen. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean) |
Sekadar informasi, pemerintah telah resmi menaikkan PPN menjadi 9,1 persen pada Januari 2017 ini dari sebelumnya 8,7 persen diyakini akan membuat produsen rokok menaikkan penjualan rokoknya pada tahun ini.
Peraturan terkait PPN tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 207/PMK.010/2016 tentang Tata Cara Perhitungan dan Pemungutan PPN Atas Penyerahan Hasil Tembakau. Sementara, rata-rata kenaikan CHT sebesar 10,54 persen dan harga jual eceran (HJE) rokok naik rata-rata sebesar 12,26 persen.
Pekerja linting rokok Sampoerna diyakini masih tetap bisa tersenyum meski PPN dan Cukai rokok naik. (Dok. Sampoerna)
Pabrikan rokok disarankan menaikkan harga jual secara bertahap untuk meredam efek kejut para konsumennya. (REUTERS/David W Cerny)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menaikkan PPN menjadi 9,1 persen pada Januari 2017 ini dari sebelumnya 8,7 persen. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)