"Kami mengusulkan untuk penyesuaian. Karena fasilitasnya kan sudah berubah dari yang sebelumnya minim dan terbatas, sekarang sudah baru. Jadi, kami rasa wajar untuk ada kompensasi terhadap itu," ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, Rabu (11/1).
Ia menjelaskan, terminal baru Bandara Depati Amir memiliki desain modern, dilengkapi dengan fasilitas tambahan, seperti food court, ruang istirahat eksekutif, fasilitas internet, toilet difabel, area bermain anak, serta ruang ibu dan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengusulkan ke Kementerian Perhubungan. Nanti, evaluasinya dari Kementerian Perhubungan," terangnya.
Diharapkan, dengan perbaikan fasilitas dan pelayanan yang telah dilakukan, secara operasional Bandara Depati Amir bisa meraup untung tahun ini.
General Manager AP II Bandara Depati Amir Eko Prihadi menambahkan, Bandara Depati Amir membukukan kerugian operasional hingga Rp5 miliar pada tahun lalu. Secara akuntansi, kerugian yang ditanggung Bandara Depati Amir mencapai hampir Rp30 miliar.
"Kemarin masih rugi, karena depresiasi kami besar," kata Eko di tempat yang sama.