Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, hal itu tak terlepas dari status Jepang sebagai salah satu mitra ekonomi terpenting Indonesia. Nilai perdagangan Indonesia-Jepang tahun lalu mencapai US$31 miliar. Jepang juga tercatat sebagai investor kedua terbesar di Indonesia.
"Jadi fokus pembicaraannya ekonomi. Tapi bukan tidak mungkin, saya hampir pastikan Presiden dan Perdana Menteri juga akan membahas situasi dunia saat ini," kata Retno di Kantor Presiden, Rabu (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi setelah menerima dan berbicara dengan Perdana Menteri, Presiden akan menerima collective audience dengan CEO Jepang," tuturnya.
"Total saya tidak tahu. Bisa US$40 miliar karena listriknya saja sudah US$12 miliar dan Masela US$24 miliar," kata Luhut.
Hal serupa disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, seperti untuk proyek perikanan dan pelabuhan. Kerja sama ini akan dilakukan bersama pihak swasta Jepang.
"Masing-masing mungkin yang lebih dari US$50 juta sampai US$100 juta minimum," tuturnya.