Tak cuma itu, ia juga meyakini bahwa keputusan organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) memangkas produksi bakal berhasil.
Sebagai informasi, OPEC setuju memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel per hari yang dimulai 1 Januari 2017 lalu sebagai upaya untuk mengurangi persediaan minyak, dan mendongkrak harga yang tenggelam selama dua tahun belakangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, laju penguatan harga tertahan oleh laporan kenaikan produksi minyak AS. Saat ini, produksi minyak AS berada di angka 8,95 juta barel per hari. Angka ini lebih besar dibanding Juni 2016, yakni 8,5 juta barel per hari.
Di samping itu, analis juga tak percaya sepenuhnya akan komitmen Arab Saudi. Pasalnya, tak ada sinyal bahwa negara-negara anggota OPEC akan memperpanjang komitmen pemangkasan produksinya di atas enam bulan.