Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menyebut antisipasi gejolak ekonomi pasca pidato Trump telah terlihat dari pelemahan sejumlah indeks pasar saham global menjelang hari bersejarah bagi dunia politik negeri Paman Sam itu.
Dalam sambutannya di acara Bank Dunia, Selasa (17/1), Sri Mulyani mengatakan sebagai negara terbesar di dunia, AS memiliki pengaruh sangat besar terhadap kondisi politik maupun perekonomian global. Hal ini terbukti dari beragam reaksi pasar global yang timbul usai pengumuman hasil pemilu AS yang memenangkan Trump sebagai presiden ke-45.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kombinasi antara optimisme dan pesimisme itu, optimisme masih sedikit lebih kuat. Itulah mengapa pasar sedikit khawatir pada bulan pertama setelah pemilu. Perlu dicermati, minggu ini semua indeks mengoreksi ke bawah, berarti mereka menjadi lebih cemas tentang apa yang terjadi menjelang pelantikan Trump," ujar Sri Mulyani.
Indonesia memang tengah dihadapkan oleh sejumlah ketidakpastian yang berasal dari global. Ketidakpastian global, beriringan dengan permasalahan perdagangan Internasional yang melemah, perlambatan investasi, arus modal keluar hingga persepsi negatif dari kalangan investor.
Menurutnya, bagi para pengambil kebijakan khususnya pemerintah, reaksi pasar menjadi salah satu hal yang patut mendapat perhatian khusus. Namun, sikap saat mengambil kebijakan jangan berdasarkan sentimen yang sifatnya sementara.
"Untuk pembuat kebijakan, reaksi pasar dan sentimen merupakan satu hal. Tapi kita tidak boleh dan tidak bisa digerakkan atau dipengaruhi oleh reaksi pasar yang sifatnya hanya headline harian. Kita harus melihat lebih lanjut tentang gejala yang sifatnya fundamental. Jadi kita tidak hanya didorong oleh gejala tapi kami benar-benar harus melihat fundamental," jelasnya.