Dikutip dari Reuters, pernyataan resmi kantor Trump tersebut menuturkan bahwa mundurnya AS dalam kesepakatan 12 negara dalam TPP adalah sebagai strategi untuk melindungi tenaga kerja AS.
“Kami membatalkan semua rencana kerja sama yang bisa merugikan pekerja AS. Namun AS dalam posisi untuk melanjutkan renegosiasi the North American Free Trade Agreement (NAFTA), yang dibuat pada 1994 bersama Kanada dan Meksiko,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip Sabtu (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hasilnya, banyak warga AS yang menyaksikan penutupan pabrik di kotanya dan perusahaan yang memberikan bayaran tinggi juga pindah ke luar negeri. Akibatnya, warga AS menghadapi kesulitan keuangan,” kata Gedung Putih.
“Strategi ini dimulai dengan mundur dari TPP dan membuat kerja sama perdagangan lain yang sesuai dengan kebutuhan pekerja AS,” seperti dikutip Reuters.
Kritik China
Dalam kesempatan pidato perdananya sebagai presiden, Trump langsung mengkritik Pemerintah China yang banyak menerapkan kebijakan tarif dan harga produk ekspor rendah sehingga mengganggu pasar negara tujuan ekspornya.
Atas dasar itulah, Trump mengajak Jepang dan negara-negara Asia Pasifik lainnya untuk tidak mengikuti keinginan China yang menginisiasi terbentuknya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), jika AS menarik komitmennya bergabung dalam TPP. (gen)