Jika dilihat, ada 11 negara selain AS yang sudah menjadi anggota TPP yakni Australia, Brunei, Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam. Meski begitu, Indonesia dinilai sudah tidak perlu lagi masuk sebagai anggota TPP seperti niat Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Untuk Indonesia nggak ada pengaruhnya, tapi saya pikir Indonesia nggak perlu sekai masuk TPP," ungkapSofjan, Senin (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sikap Trump yang mengkritik China karena banyak menerapkan kebijakan tarif dan harga produk ekspor rendah sehingga mengganggu pasar negara tujuan ekspornya, dapat mengganggu jalannya ekspor China. Sehingga, Indonesia pun akan terkena dampaknya.
"Nah makanya dia mulai mikir-mikir, TPP ini kan nggak ada China, masa iya dia ingin hapus TPP," ungkap Faisal.
Indonesia, ujar Faisal, tak perlu mengkhawatirkan konsep pemerintahan Trump. Menurutnya, yang terpenting bagi AS yakni, akses masuknya produk AS ke Indonesia tidak terganggu. Seharusnya, Indonesia lebih mengkhawatirkan dinamika perekonomian di China.
"Lebih khawatir itu angka pengangguran di China, over capacity industrinya, nah itu efeknya lebih besar bagi Indonesia," jelas dia. (gen)