Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menuturkan, Saham Wall Street dan bursa Eropa bergerak di teritori negatif semalam. Ia merinci, indeks Dow Jones dan S&P di Wall Street masing-masing terkoreksi 0,14 persen dan 0,27 persen di 19.799,85 dan 2.265,20.
"Dolar AS melemah dan harga komoditas emas menguat. Pasar diliputi sejumlah ketidakpastian atas kebijkan-kebijakan ekonomi AS yang akan diambil Trump," ungkap David dalam risetnya, dikutip Selasa (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut David, pergerakan IHSG dibayangi meningkatnya kekhawatiran kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) dibawah Trump yang cenderung memperkuat ekonomi domestik negara adidaya tersebut. Selain itu, Trump juga berkeinginan membatalkan pakta kerja sama ekonomi Asia Pasifik yang dikenal dengan Trans-Pacific Partnership (TPP).
Namun, IHSG berpeluang bangkit (rebound) di tengah pelemahan dolar AS dan sejumlah mata uang kawasan emerging market lainnya. Hal ini membuat nilai tukar rupiah menguat, sehingga dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.230 dan resisten 5.300.
Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.221 dan resisten 5.336. Meski pelaku pasar khawatir dengan kebijakan Trump, ia memprediksi IHSG cenderung menguat ditopang perekonomian dalam negeri.
"Pola gerak IHSG masih akan terus di dongkrak oleh kuat nya kondisi perekonomian kita, IHSG berpotensi menguat," kata William. (gir)