Sekretaris Perusahaan Nusa Raya Cipta, Firman Lubis mengatakan, keseluruhan target kontrak baru diasumsikan diperoleh dari sektor swasta (private sector). Di tahun 2016, perusahaan mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp2,81 triliun, atau 7 persen di bawah perolehan kontrak baru di tahun 2015 sebesar Rp3,02 trilliun.
“Perolehan kontrak baru 2016 memang di bawah target yang ditetapkan untuk tahun 2016 yaitu Rp3,3 trilliun, hal disebabkan lesunya industri konstruksi di tahun 2016 dan banyaknya tender proyek yang di tunda,” ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, proyek infrastruktur andalan induk perusahaan, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), Tol Cikopo‐Palimanan (Cipali), bisa diselesaikan seluruh pekerjaan konstruksinya hanya dalam waktu 30 bulan dan dengan total biaya investasi Rp13,7 triliun.
Surya Semesta tak menampik akan melepas sahamnya di PT Lintas Marga Sedaya (LMS), selaku pemegang konsensi tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Namun, perseroan masih menanti penawaran yang dinilai menarik.
"Kami masih belum ada yang deal, jadi kami masih terbuka. Kalau ada kesempatan dan harganya bagus kami terbuka untuk diskusi," ungkap Erlin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (20/1).