Ke empat uang elektronik tersebut antara lain e-money milik PT Bank Mandiri Tbk, Brizzi milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), kartu Tapcash milik PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), serta kartu Flazz milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Direktur BCA Santoso Liem mengatakan, dengan sistem tersebut nantinya pengguna uang elektronik yang diterbitkan tiga bank BUMN bisa digunakan di mesin pembaca (reader) Flazz BCA dan begitupun sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalkan selama ini ada merchant yang punya reader banyak sekali, itu kan memakan biaya. Jadi palingan nanti cukup disediakan dua reader, sehingga kalau satu mesin mati ada back up-nya," ujarnya.
Untuk tahap awal, sinergi ini akan diterapkan untuk uang elektronik dan hanya berlaku untuk kegiatan transaksi semata. Kedepannya, transaksi seperti top up hingga cek saldo akan diberlakukan secara bertahap.
"Tentunya kita sangat berharap dengan NPG interoperabilitas terbuka semua fasilitas publik bisa digunakan. Karena pengembangan BCA kuat di ritel dan merchant kita perlu di public sector seperti parkir, tol, kereta hingga bus. Karena ini perlu acceptance ritel untuk layanan masyarakat," katanya. (gen)