"Sukuk lagi persiapan. Persiapan dokumentasi, persiapan seleksi underwriter [penjamin emisi]," tutur Scenaider Clasein Siahaan, Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), saat ditemui di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Selasa (24/1).
Rencananya, nilai sukuk global tahun ini yang akan diterbitkan tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pada Maret 2016, pemerintah menerbitkan dua seri sukuk global senilai total US$2,5 miliar dengan tenor masing-masing lima tahun dan sepuluh tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Scenaider memperkirakan sukuk global paling cepat akan diterbitkan pada bulan Maret mendatang. Pasalnya, pemerintah harus merampungkan persiapan terlebih dahulu.
Adapun penerbitan yang sebesar Rp399,9 triliun atau secara bruto mencapai Rp597,035 triliun akan dilakukan melalui penerbitan di pasar domestik dan internasional.
Penerbitan SBN yang akan dilakukan dalam denominasi valas, direncanakan maksimum sebesar Rp149,25 triliun atau 25 persen dari target bruto penerbitan SBN. Pada akhir tahun lalu, pemerintah telah menerbitkan obligasi global sebesar US$3,5 miliar atau setara dengan 47 triliun sebagai bagian dari strategi pembiayaan di awal (pre-funding). (gir/gen)