Sayangnya, Kepala BKPM Thomas Lembong enggan menyebut jumlah keluhan yang masuk melalui instansinya. Ia pun tak mengelak jika sebagian besar investor yang protes adalah investor asal China, mengingat mereka paling banyak menanamkan modalnya di pembangunan smelter pada tahun 2016.
Menurut data BKPM, realisasi investasi industri logam dasar pada tahun 2016 tercatat sebesar Rp64,9 triliun, atau 10,6 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp612,8 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya cukup banyak keluhan dari investor smelter terkait implementasi peraturan tersebut. Tapi kami sebisa mungkin menangani dengan baik keluhan yang datang," jelas Thomas, Rabu (25/1).
"Tapi keputusan ini sudah ditetapkan, kami mendukung itu. Sepenting apapun investasi, tapi ini bukanlah segala-galanya. Pasti segala kebijakan pemerintah sudah diperkirakan untung ruginya," katanya.
Maka dari itu, ia memastikan pemerintah bisa mengompensasi dampak negatif implementasi pelaksanaan relaksasi ekspor mineral dengan cara lain. Beberapa kompensasi yang dianggap bisa menenangkan investor, lanjutnya, terdiri dari penurunan harga gas, meningkatkan produktivitas dan kompetensi tenaga kerja, dan melakukan efisiensi arus logistik.
"Semoga ada perkembangan positif di dalam operasional smelter dengan kompensasi yang diberikan. Yang kami lakukan adalah dengan mengurangi dampak negatif dari pelaksanaan kebijakan itu," tutur Thomas.
Perusahaan tambang masih diperbolehkan ekspor asal membangun smelter dalam jangka lima tahun, dikenakan bea keluar khusus, dan mengubah status menjadi IUP Khusus jika izin perusahaan tambang sebelumnya berupa Kontrak Karya (KK).
Sebelumnya, BKPM menyebut bahwa relaksasi ekspor mineral ini berpotensi membuyarkan 151 rencana investasi di bidang smelter yang masuk ke BKPM sejak Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 diberlakukan hingga semester I 2016. Secara lebih rinci, angka itu terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$8 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai Rp8,8 triliun. (gir)