Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan tadi malam bursa Wall Street AS bergerak bervariasi cenderung konsolidasi setelah indeks Dow Jones menembus level 20.000.
Indeks Dow Jones tadi malam tutup di 20.100,91 menguat 0,16 persen. Indeks S&P dan Nasdaq masing-masing koreksi tipis 0,07 persen dan 0,02 persen di 2.296,68 dan 5.655,17. Pasar lebih focus pada rilis laba sejumlah emiten sektoral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, dolar AS tadi malam kembali menguat atas sejumlah mata uang dunia. Pasar juga mencermati ketegangan hubungan antara Meksiko dan AS pasca keputusan Trump membangun tembok perbatasan antara kedua negara tersebut.
"Ini merupakan posisi penutupan IHSG tertinggi sejak perdagangan 9 Januari lalu. Penguatan rupiah atas dolar AS dan rebound sejumlah harga komoditas logam turut menopang penguatan IHSG," jelasnya.
Sentimen positif pasar, lanjutnya, terutama merespon kebijakan ekonomi Trump yang akan memotong sejumlah aturan dan pajak yang bertujuan mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Sejumlah perintah eksekutif yang ditandatangani Trump dalam beberapa hari terakhir sejak dilantik akhir pekan lalu dinilai positif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
David menyatakan, melanjutkan perdagangan akhir pekan ini, penguatan IHSG akan tertahan dibayangi aksi ambil untung menyusul koreksi di sejumlah harga komoditas logam dan penguatan kembali dolar AS yang bisa berimbas ke rupiah.
Di sisi lain, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar dan terus berusaha untuk dapat menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik.
"Demikianlah proses pergerakan IHSG saat ini, support tetap setia berada pada level 5.221 yang terjaga cukup kuat sembari menanti level resisten 5.336 yang siap untuk ditembus. Capital inflow yang mulai berangsur terjadi akan menambah kekuatan naik," katanya. (gir)