Direktur Manajemen Risiko dan IT SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, perusahaan berencana menerbitkan obligasi secara bertahap di setiap kuartal atau per tiga bulan sehingga obligasi pertama akan diterbitkan pada kuartal I sekitar Rp500 miliar sampai Rp1 triliun.
"Penerbitan ini kami sesuaikan pula dengan progress penyaluran KPR dan suku bunga pasar. Kalau suku bunga masih tinggi, lebih baik gunakan ekuitas," ujar Trisnadi di kantornya, Jumat (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk suku bunga pasar, Trisnadi bilang, perseroan sangat mengamati keadaan pasar. Terlebih usai peresmian Donald J. Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, yang sempat membuat pasar bergejolak.
Selanjutnya, untuk tenor obligasi, SMF masih membaca minat pasar, namun disebutkan tenor akan berjangka mulai dari 370 hari sampai 10 tahun. Sementara tenor obligasi yang paling sering dirilis SMF berdurasi lima tahun.
"Dominannnya masih institusi dalam negeri. Kalau luar negeri kami boleh saja asal harus pakai rupiah. Risiko dan kursnya lebih sesuai dengan kami," jelas Trisnadi.
Untuk diketahui, rencana penerbitan obligasi sebesar Rp3,5 triliun akan digunakan perusahaan untuk memenuhi target pembiayaan pinjaman sebesar Rp5,7 triliun dan sekuritisasi sebesar Rp2 triliun. Adapun kekurangan modal yang dibutuhkan akan dipenuhi oleh internal perusahaan.
Sedangkan bila dibandingkan dengan realisasi penerbitan obligasi tahun kemarin, SMF mencatatkan penerbitan obligasi mencapai Rp2,751 triliun. Obligasi tersebut diterbitkan sebanyak tiga kali dalam setahun dengan nilai Rp630 miliar, Rp945 miliar, dan Rp1,176 triliun.
Secara keseluruhan, jumlah obligasi SMF mencapai Rp6,53 triliun sampai 31 Desember 2016 lalu. (gen)