Kepala BKPM Thomas Lembong yakin bahwa hal itu akan tercapai setelah melihat rata-rata pertumbuhan realisasi investasi sektor ESDM yang mencapai 17,9 persen antara tahun 2012 hingga 2016.
Di dalam periode tersebut, realisasi investasi sektor ESDM bahkan mengambil angka Rp490 triliun, atau 21 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp2.333 triliun di periode yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia mengatakan, realisasi ini bisa tercapai setelah banyaknya komitmen investasi di sektor ESDM sepanjang tahun 2016. Menurut data BKPM, komitmen investasi sektor ESDM hingga 2016 tercatat Rp502 triliun yang terdiri dari sektor migas sebesar Rp276 triliun, ketenagalistrikan dan panas bumi sebesar Rp151 triliun, dan mineral dan batubara sebesar Rp91 triliun.
Menurutnya, realisasi investasi di sektor ESDM ini sangat penting demi mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini, mengingat porsinya yang cukup signifikan. Pasalnya, investasi riil bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.
Sebagai informasi, BKPM mencatatkan realisasi penanaman modal sebesar Rp612,8 triliun pada tahun lalu, atau meningkat 12,3 persen dibanding posisi tahun lalu sebesar Rp545,4 triliun.
Meski demikian, pertumbuhan investasi tahun lalu tak sebesar tahun sebelumnya. Pada tahun 2015, realisasi investasi tercatat sebesar Rp545,4 atau bertumbuh 17,77 persen dari tahun 2014 sebesar Rp463,1 triliun. (gir)