Ia berpendapat, para menteri harus berpegang pada tiga prinsip dasar dalam membentuk suatu kebijakan demi mengentaskan kesenjangan sosial.
"Pertama keberpihakan. Kedua usaha bersama dengan semangat persatuan dan gotong royong. Ketiga bersifat inklusif tanpa membedakan SARA," ucap Jokowi di Ruang Oval, Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menyatakan, kesenjangan sosial Indonesia membaik sejak tahun lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat ketimpangan (gini ratio) pengeluaran penduduk Indonesia pada Maret 2016 sebesar 0,397. Sementara pada September 2015 sebesar 0,402.
"Ketimpangan ini masih perlu kita usahakan agar menjadi lebih baik," ucapnya.
Hal ini menjadi penegasan kembali dari yang disampaikan Jokowi awal tahun ini. Pada sidang kabinet paripurna perdana 2017, Presiden menyatakan penanganan kesenjangan antarmasyarakat menjadi fokus pemerintah tahun ini. (gen)