Direktur Utama Waskita Beton Jarot Subana mengatakan, optimisme perusahaan dalam membidik laba bersih sejalan dengan peningkatan target pendapatan. Penambahan kapasitas produksi sekitar 600 ribu ton menjadi 3,25 juta ton dari sebelumnya 2,65 juta ton di 2015 menjadi penopang pertumbuhan tersebut.
"Dengan penambahan kapasitas produksi sebanyak 600 ribu ton diharapkan pendapatan perusahaan juga meningkat menjadi Rp7,7 triliun di tahun ini," ujar Jarot di kantornya, Selasa (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jarot mengungkapkan, untuk penambahan kapasitas produksi, Waskita Beton akan fokus meningkatkan produksi dari 10 pabrik yang telah dimilikinya, yakni enam pabrik di Jawa Barat, dua pabrik di Sumatera Selatan, satu pabrik di Jawa Tengah, dan satu pabrik di Jawa Timur. Selain itu, perusahaan akan membangun dua pabrik baru di Sumatera Utara dan Kalimantan.
Sebagai informasi, target pendapatan perusahaan akan berasal dari sejumlah proyek yang telah dilangsungkan sejak tahun lalu dan berlanjut di tahun ini (carry over) senilai Rp10,3 triliun. Lalu, perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp12,3 triliun.
Belanja Modal
Dalam mengejar target pendapatan dan laba bersih tersebut, Waskita Beton membutuhkan pendanaan sekitar Rp8 triliun yang akan dikejar dari hasil penawaran saham ke publik (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp1,9 triliun, kas internal perusahaan sekitar Rp5 triliun, dan pinjaman perbankan sekitar Rp1 triliun.
Kemudian, sekitar Rp1,4 triliun dari hasil IPO akan digunakan perusahaan untuk belanja modal (capital expenditure/capex). (gen)