Dikutip dari Reuters, Presiden AS Donald J. Trump melalui akun Twitter resminya mengatakan, Iran menjadi perhatian AS setelah negara itu melakukan ujicoba misil balistik.
Padahal, harga minyak sempat menanjak ke posisi tertingginya pada perdagangan pagi hari seiring ujicoba misil bisa membawa konfrontasi di kawasan teluk Arab. Hal itu disinyalir bisa berisiko pada pengurangan suplai minyak mentah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan harga minyak di awal tahun ini disebabkan oleh rencana organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) setuju untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel minyak per hari demi memperbaiki harga yang terperosok sejak 2014.
Namun, tingginya harga minyak memotivasi perusahaan minyak di AS untuk mengebor sumur lebih banyak. Menurut data Energy Information Administration (EIA) AS, persediaan minyak AS meningkat 6,5 juta barel ke angka 494,76 juta barel pada pekan lalu. Angka ini lebih besar dibanding ekspektasi sebelumnya 3,3 juta barel. (gen)