Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan hal tersebut usai pertemuan dengan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Bandara Tjilik Riwut, Minggu (5/2).
Ia menjelaskan, perusahaan itu sebenarnya siap menggelar ground breaking pembangunan rel kereta api dari Kaltim-Kalteng. Namun, masih perlu memperoleh konfirmasi dari Kedutaan Rusia apakah dapat dilaksanakan atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, terkait pembangunan rel kereta api jalur Puruk Cahu melalui Bangkuang hingga Batanjung di Provinsi Kalteng, Budi enggan berkomentar banyak. Ia bahkan menganggap progresnya terlalu lambat.
"Saya tidak akan membatalkan pembangunan rel kereta api yang akan dibangun China Railway Group Limited. Tapi kan sesuatu yang tidak visibel, apalagi menyangkut orang lain. Tentu tidak bisa bersaing. Apa kita mau membiayai?" ucapnya.
Ia menilai, pihak China Railway Group Limited belum menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pembangunan tersebut.
"Bukan digantung. Kalau saya bilang tidak boleh, saya yang menggantung. Pihak China Railway Group Limited yang menggantungnya. Serius sendiri mereka," kata Budi. (antara/gir)