“Tingkat produksi ini lebih tinggi 140 persen setelah dikelola oleh PT Pertamina EP pada 2013. Dibandingkan saat dikelola oleh operator sebelumnya yang mencapai rata–rata produksi sebesar 2.030 BOPD,” ujar Pribadi Mahagunabangsa, Direktur Operasi dan Produksi Pertamina EP, Senin (6/2).
Pribadi menuturkan, realisasi tersebut didapatkan dengan menjalankan beberapa metode produksi, seperti misalnya Teknologi penggunaan GLPO (Gas Lift Pack Off) yang digunakan untuk optimasi sumur gas lift, dan menjaga terjadinya low and off untuk menjaga tingkat produksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Meskipun lapangan yang kami kelola relatif tua, kami tetap optimistis untuk bisa memproduksi minyak dan gas bumi sesuai dengan target yang ditentukan,” jelas Pribadi.
Sementara itu untuk target 2017, Poleng ditargetkan mencapai produksi minyak bumi sebesar 3.088 BOPD. Pertamina EP optimistis dengan target yang ditentukan tersebut karena tingkat produksi minyak hingga 29 Januari 2017 sudah mencapai angka 2.983 BOPD. (gen)