Menurut Rini, meski berperan sebagai pemegang saham BUMN, dirinya masih menunggu sodoran nama-nama yang akan diajukan oleh Dewan Komisaris Pertamina.
"Anggaran dasarnya demikian. Kami harus menunggu rekomendasinya dari dewan komisaris," ujar Rini di sela acara Mandiri Investment Forum 2017, Rabu (8/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kemudian kalau sudah dilakukan assessment, tinggal diajukan," ujar mantan Menteri Perindustrian ini.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, alasan dari perombakan tersebut berkaitan dengan masalah kepemimpinan di Pertamina. Terlebih, Pertamina ke depan memiliki tanggung jawab besar untuk mengamankan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat Indonesia.
"Masalah leadership yang ada di Pertamina. Pertamina ke depan tanggung jawabnya luar biasa. Pertamina tugasnya strategis," katanya di Kantor Kementerian BUMN, pekan lalu. (gen)