Thomas menjelaskan, sejak Donald Trump dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada 27 Januari 2017 pergerakan dolarnya cenderung melemah. Kondisi ini patut dimanfaatkan untuk menarik banyak investor.
"Ini ruang nafas bagi saya, belum tentu akan terus seperti ini," ucap Lembong, Rabu (8/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kondisi ini tak akan berlangsung lama. Bahkan ia menilai selepas kuartal II ini kondisi akan memburuk. Artinya, dolar diprediksi mulai menunjukkan taringnya kembali seiring menguatnya perekonomian AS dibawah kepemimpinan Trump.
BKPM menargetkan realisasi investasi pada tahun ini sebesar Rp678 triliun atau naik 10,64 persen jika dibandingkan dengan realisasi investasi sepanjang 2016 Rp612,8 triliun.
Realisasi investasi sepanjang 2016 tersebut mengalami kenaikan 12,3 persen dibanding realisasi investasi 2015 sebesar Rp545,4 triliun. Bahkan, angka ini lebih tinggi 3,02 persen dibanding target yang ditetapkan pemerintah Rp594,8 triliun. (gen)