Melalui digital banking, bank pelat merah itu berupaya menarik nasabah generasi milenial untuk membuka rekening tabungan hingga mengajukan KPR.
"Dari sisi bisnis kami meningkatkan pelayanan perbankan dengan mengakselerasi teknologi digital, salah satunya dengan membuka kantor cabang pintar atau Smart Branch," ujar Direktur Utama BTN Maryono dalam peluncuran Smart Branch di Menara BTN, Kamis (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 10 tahun terakhir, laba dan aset BTN telah naik 21 persen dengan rata-rata pertumbuhan kredit naik 24 persen. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan kredit hingga 21 persen dengan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik hingga 22 persen dibandingkan tahun lalu.
Dengan layanan tersebut, BTN menargetkan jumlah nasabah bertambah menjadi di atas 18 ribu nasabah dengan jumlah danan kelolaan di atas Rp25 triliun naik sekitar 80 persen dibanding tahun lalu.
Pangkas Backlog
Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno berharap di usianya yang ke-67 BTN bisa membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan kesenjangan ketersediaan rumah dengan kebutuhan rumah (backlog). Menurut Rini saat ini terdapat backlog hingga 13 juta rumah dengan latar belakang nasabah beragam.
Rini meminta, BTN lebih meningkatkan produk KPR yang ditujukan bagi nasabah dengan penghasilan tidak tetap, di samping fasilitas KPR Mikro yang telah tersedia saat ini.
"Yang harusnya bisa kita sediakan untuk masyarakat, saya mendorong agar BTN lebih agresif dan mampu memberi pembiayaan kepada masyarakat yang mempunyai pendapatan tidak tetap," ujar Rini. (gen)