“Jadi memang permintaan industri korporasi untuk asuransi kumpulan sangat tinggi, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ungkap Maryoso kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya premi yang berhasil tumbuh, sambung Maryoso, laba Taspen juga ikut meningkat menjadi Rp54 miliar. Angka tersebut naik 28,57 persen dari tahun 2015 sebesar Rp42 miliar.
“Pendorongnya masih di korporasi, tapi tetap kami akan dorong individunya,” kata dia.
Sementara itu, bisnis asuransi jiwa tercatat rugi sebesar Rp3,54 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan perolehan 2015 yang untung hingga Rp10,23 triliun.
Selain itu, pendapatan asuransi jiwa sebesar Rp161,1 triliun. Perolehan tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah beban yang sebesar Rp162,57 triliun. (gen)