Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menerangkan, bursa saham global tadi malam berhasil melanjutkan penguatannya. Misalnya saja, bursa saham di zona Euro, Eurostoxx, menguat 1 persen di 3.305,23.
Sementara, di Wall Street, indeks DJIA dan S&P mencatatkan level tertinggi baru di 20.412,16 dan 2.328,25. Kemudian, Nasdaq menanjak ke level 576,96 atau menguat 0,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otomatis, kondisi ini mengangkat dolar Amerika Serikat (AS) pada level tertinggi dalam tiga pekan terakhir terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Selain itu, harga komoditas tembaga dan logam lainnya juga menguat didorong oleh aksi beli atas beberapa saham material.
"IHSG kemarin terutama ditopang kenaikan saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan saham infrastruktur, serta jasa pendukungnya," jelas David.
Ia memprediksi, IHSG berpotensi untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini. Selain ditopang oleh pergerakan bursa saham global dan kawasan, penguatan IHSG juga akan didorong oleh kenaikan sejumlah harga komoditas logam.
Di lain sisi, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi IHSG hanya mampu menguat secara terbatas hari ini karena jatuhnya harga minyak sebesar 1,8 persen.
Tak hanya minyak, komoditas lainnya seperti emas yang turun 0,66 persen dan dan minyak sawit mentah yang terkoreksi 1,14 persen juga akan sedikit menghambat laju IHSG.
Ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.375 dan resisten 5.461. Kemudian, nilai tukar rupiah diprediksi berada dalam rentang Rp13.230-Rp13.420. (gen)