Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah masih melakukan pemetaan lahan-lahan BUMN yang tersedia dan menghitung jumlah hunian bagi MBR yang bisa dibangun diatasnya.
"Itu masalah teknis, kita masih dalam pembahasan. Kami belum tahu siapa (BUMN) yang paling banyak (memiliki lahan) di perkotaan," ujar Sofyan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan memanfaatkan lahan di sekitar stasiun-stasiun milik KAI, pemerintah bisa mengintegrasikan pembangunan hunian dengan moda transportasi massal, seperti commuterline.
Sedangkan pemerintah berharap, BUMN lain diharapkan bisa mengalihfungsikan lahan-lahannya untuk pembangunan hunian bagi MBR.
Berdasarkan catatan Perumnas, kebutuhan hunian bagi MBR yang bermukim di Ibukota mencapai 1,7 juta unit. Sedangkan kebutuhan MBR di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 2,7 juta unit.