Nilai Tukar Diprediksi Stabil Sambut Pilkada DKI Dua Putaran

Elisa Valenta Sari , CNN Indonesia | Jumat, 17/02/2017 04:38 WIB
Nilai Tukar Diprediksi Stabil Sambut Pilkada DKI Dua Putaran
Jakarta, CNN Indonesia -- Kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi tetap stabil usai pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 101 daerah. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo bilang, kestabilan nilai tukar rupiah masih akan terjaga, meski sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta harus lanjut ke putaran kedua.

Pada putaran kedua pilkada DKI Jakarta nanti, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat akan menghadapi pasangan calon nomor urut tiga. Yakni, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Seandainya sekarang ada dua putaran pilkada di Jakarta, kita doakan ini supaya lancar," ujar Agus, Kamis (16/2).

Mantan menteri keuangan itu mengatakan, penyelenggaraan pemilihan umum baik tingkat kepala negara maupun kepala daerah, selalu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Konsumsi masyarakat diyakini meningkat selama penyelanggaraan kampanye para pasangan calon.

"Secara umum, kalau kami lakukan kajian setiap kita ada pilkada itu pertumbuhan ekonomi dibantu karena konsumsi daripada masyarakat meningkat. Konsumsi meningkat ini tentu mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional,” terang dia.

Ia berharap, dalam penyelenggaraan pilkada putaran kedua nanti, pihak-pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi tersebut tetap menjaga kondusif keamanan Indonesia. Hal ini penting guna menjaga kepercayaan investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. 

"Nilai tukar rupiah tetap stabil secara umum meski dengan adanya pilkada. Itu menunjukan kepercayaan dunia terhadap Indonesia bahwa di sini sedang menjalankan pesta demokrasi berjalan, tapi ekonomi tetap terjaga. Kami juga menyambut baik dan mohon semua pihak tetap menjaga stabilitas ekonomi tetap terjaga," imbuhnya. 

Berdasarkan catatan bank sentral, akhir tahun lalu, nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan akibat peningkatan kebutuhan dolar AS. Tekanan dikarenakan kebutuhan untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan sentimen ketidakpastian ekonomi pasca pemiliu presiden Amerika dan hasil kenaikan Fed Fund rate akhir tahun lalu. 

Pada kuaral IV 2016, rupiah melemah sebesar 3,13 persen menjadi Rp13.473 per dolar AS. Namun, rupiah kembali menguat sebesar 0,9 persen menjadi Rp13.352 per dolar AS pada Januari 2017.