"Hingga September 2016, volume penjualan Prima Starch sebagai merek dagang kami mencapai 4.350 ton dan sekitar 50 persen untuk pasar ekspor," kata General Manager NSP Harry Susanto, dikutip Senin (20/2).
Menurut Harry, produksi sebesar itu diperoleh dari lahan sagu perseroan yang berada di Kepulauan Meranti dengan luas sekitar 3.707,84 kilometer persegi dan terletak di pesisir Timur Pulau Sumatera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung target perseroan tahun ini, Harry menegaskan tak ada rencana ekspansi di lahan tertanam karena manajemen telah mengalokasikan dan menambah 40 persen dari lahan total konsesi sebagai area konservasi.
Penghargaan ini memiliki arti penting bagi Harry, karena NSP merupakan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang HTI sagu yang mendapatkan penghargaan Proper di Indonesia.
Terlebih lagi, tambah Harry, dari total 30 perusahaan yang mengikuti penilaian Proper Gambut, NSP dinyatakan sebagai salah satu dari tiga perusahaan yang menyampaikan data terlengkap dalam persyaratan administrasi. (gen)