Tak cuma mendongkrak bisnis retail banking perseroan, produk gadai dan cicil emas itu juga telah menyumbang pendapatan berbasis komisi (fee based income) hingga Rp226 miliar atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp195 miliar.
Senior Executive Vice President Retail Banking BSM Niken Andonowarih mengungkapkan, saat ini, emas menjadi instrumen alternatif investasi yang diminati masyarakat. Selain sifatnya yang liquid, dalam jangka panjang harga emas berpotensi naik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niken berharap, pembiayaan gadai dan cicil emasnya tumbuh 25 persen hingga akhir tahun nanti. Adapun, untuk mencapai target tersebut, perseroan gencar melakukan beberapa aktivitas, di antaranya berbagai program marketing, perluasan channel pemasaran, dan media komunikasi.
BSM merinci, jumlah nasabah gadai dan cicil emas mencapai 130 ribu orang. Kebanyakan nasabah gadai emas berasal dari kelompok ibu-ibu, sedangkan nasabah pembiayaan/cicil emas datang dari kalangan profesional muda yang berorientasi kepada investasi.
"Insyaallah, dengan infrastruktur yang memadai dan adanya program sosialisasi serta promosi terus menerus, produk Gadai dan Cicil Emas BSM akan terus tumbuh positif," imbuh Niken. (bir/gen)