Presiden Direktur Bumi Resources Ari Saptari Hudaya menjelaskan, laba bersih tersebut dicetak perseroan lantaran berhasil menekan biaya produksi.
Pada 2013 dan 2014 lalu, lanjut Ari, perusahaan sangat aktif berekspansi menyiapkan infratsruktur untuk bisa membuat jaringan tambang. Sehingga pada waktu itu, Bumi Resources menggelontorkan belanja modal yang cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghematan belanja produksi Bumi Resources dilakukan dengan cara menekan biaya bahan bakar terhadap biaya kas produksi perusahaan. Tercatat porsi biaya bahan bakar 2016 sebesar US$3,8 turun dari 19 persen menjadi 14 persen.
"Kami memang tidak bisa menentukan harga bahan bakar itu pemerintah, tapi kita bisa menekan penggunaannya. Ini akan kita lakukan terus," imbuhnya.
Sehingga penghasilan sebelum kena pajak Bumi Resources sebesar US$52,9 juta. Kemudian ditambah dengan keuntungan beban penghasilan pajak sebesar US$86 juta.
Sementara produksi batu bara Bumi Resources di 2016 juga meningkat dari 81 juta metrik ton menjadi 86 juta metrik ton. Sedangkan cadangan batu bara saat ini sebesar 2,16 miliar ton, sementara sumber daya batu bara mencapai 12,35 miliar ton. (gir/gen)