"Sejak kebijakan penataan penjualan minuman malt di tahun 2014, membuat kinerja penjualan sempat mengalami penurunan," kata Direktur Pemasaran Delta Djakarta Ronny Titiheruw, dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (26/2).
Ronny menyebut, salah satu cara yang diambil manajemen tahun ini adalah dengan memunculkan beragam varian minuman baru di pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk baru ini menurutnya sudah dipersiapkan sejak lama, karena Delta Djakarta sebagai pemegang lisensi produksi bir San Miguel membutuhkan waktu untuk mengetahui cita rasa yang diinginkan pasar premium yang dibidiknya.
Ronny mengatakan, saat ini memang penjualan minuman malt sudah mulai mengalami kenaikan. Meskipun belum dapat mengejar pencapaian sebelum 2014, namun peluncuran San Miguel Cerveza Negra diharapkan dapat memenuhi target tersebut.
“Saat ini total produksi minuman malt nasional sebanyak 2,5 juta hekto liter. Dari jumlah tersebut kami menempati peringkat dua dengan pangsa pasar 40 persen,” ujar Ronny.
Menyusul kesulitan yang dihadapi Delta Djakarta untuk menjual produknya di kota-kota besar di Indonesia, Ronny mengatakan sejak tahun lalu perusahaannya fokus mengekspor produksinya ke negara-negara ASEAN.
“Namun, kami bersedia memberikan masukan kepada pemerintah termasuk dengan pemerintah daerah agar industri ini dapat tumbuh dan berkembang," kata Ronny. (gen)