Penandatanganan dilakukan oleh Group Head Corporate Banking I BSM Fiti Syam dengan Direktur Utama IMS Edi Winarno, Direktur Utama IMST Junaidi dan Direktur Utama IMSS Adrianus Suwandi, Selasa (28/2).
Pembiayaan yang ditandatangani merupakan pembiayaan line facility untuk project financing atau modal kerja dengan plafon masing-masing Rp150 miliar untuk IMS, Rp160 miliar untuk IMST, dan Rp42 Miliar untuk IMSS. Pembiayaan ini menggunakan akad musyarakah dengan tenor line facility 24 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Wholesale Banking BSM Kusman Yandi mengatakan, pembiayaan infrastruktur menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis BSM. Selain itu, BSM juga berkomitmen untuk mewujudkan sinergi di antara anak perusahaan BUMN.
"Pembiayaan infrastruktur merupakan salah satu sektor industri yang menjadi fokus pertumbuhan bisnis BSM. Antara lain, infrastruktur di bidang prasarana transportasi, seperti infrastruktur kereta api, jalan tol, pelabuhan laut dan bandara. Selain itu, BSM yang tergabung dalam Bank Mandiri Group, juga berkomitmen untuk mewujudkan sinergi di antara anak perusahaan BUMN" katanya dalam keterangan resmi.
Sampai akhir tahun lalu, BSM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp55,58 triliun. Adapun, portofolio pembiayaan wholesale Banking sebesar Rp24,79 triliun.
"Untuk merealisasikan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan sustain, BSM akan fokus untuk tumbuh di beberapa sektor industri yang memiliki prospek baik, seperti sektor infrastruktur yang dikerjakan/dikelola perusahaan BUMN dan anak perusahaannya," imbuh Kusman Yandi. (bir)