Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Rachmad Hardadi mengatakan, dengan selesainya pembangunan Kilang Tuban pada 2021 mendatang dan Kilang Bontang pada 2023, setidaknya ada 250 insinyur yang harus direkrut setiap tahunnya.
"Sebanyak 40 persen tenaga kerja yang dibutuhkan berasal dari lulusan sarjana teknik, sedangkan 60 persen sisanya dari D3 dan strata SMA/SMK untuk operator teknisi," ujar Rachmad, mengutip ANTARA, Rabu (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) akan sangat diperhatikan, mengingat kedua proyek kilang strategis ini merupakan penugasan dari pemerintah kepada Pertamina.
Dari enam proyek kilang yang sedang dikerjakan, yakni empat pengembangan kilang dan pembangunan dua kilang baru, total kapasitas minyak dalam negeri akan bertambah dari satu juta barel per hari (bph) menjadi 2,2 juta bph pada 2023.
Dengan demikian, Indonesia diharapkan terbebas dari impor pada 2023 setelah Kilang Bontang selesai pembangunannya. (bir)